Otoritas Ulama dalam Politik Elektoral
Pasca-Orde Baru
Rp120000.00
Pustaka Akademik YMPI
Judul: Otoritas Ulama dalam Politik Elektoral Pasca-Orde Baru
Penulis: Maulana Janah
Editor: Nizar Machyuzaar
Penerbit: Yayasan Mata Pelajar Indonesia
ISBN: (proses pengajuan)
Cetaka: Juni 2026, 15 X 23 cm, 300 Eks.
Halaman: 160 plus hlm. Romawi
Harga: Rp120.000,00
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga buku ini dapat hadir di tengah pembaca. Buku ini disusun sebagai upaya akademik untuk memahami relasi yang dinamis antara otoritas keagamaan dan praktik demokrasi elektoral di Indonesia. Dalam konteks masyarakat Indonesia, kehadiran ulama tidak hanya dipahami sebagai penjaga nilai-nilai tradisi dan spiritual, tetapi juga sebagai figure yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan opini publik dan perilaku politik masyarakat.
Pemilu sebagai instrumen demokrasi modern pada dasarnya bukan sekadar menjadi arena perebutan kekuasaan, melainkan juga ruang kontestasi gagasan, etika, dan legitimasi sosial. Pada titik inilah ulama sering tampil sebagai aktor penting. Mereka dapat menjadi penengah konflik politik, pemberi legitimasi moral, pengarah pilihan politik umat, bahkan dalam beberapa situasi terlibat langsung dalam praktik politik elektoral. Pada fenomena tersebut kita melihat bahwa hubungan agama dan politik di Indonesia bukanlah dua entitas yang sepenuhnya terpisah, melainkan saling berinteraksi dalam ruang sosial yang kompleks.
Buku ini hadir untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai bagaimana ulama memainkan peran dalam politik elektoral dan terlibat secara langsung dalam politik praktis. Pembahasan tidak bertujuan menilai benar atau salah atas keterlibatan ulama dalam politik praktis, tetapi menjadikan fenomena tersebut sebagai objek kajian ilmiah dalam sudut pandang sosiologis. Dalam buku ini, pembaca diajak untuk berdiskusi dalam memahami keterlibatan ulama dalam politik praktis (politik elektoral) dengan latar belakang yang beragam, mulai dari motivasi dakwah, kepentingan sosial umat, hingga dinamika kekuasaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam perkembangan demokrasi kontemporer, masyarakat sering menyaksikan bagaimana dukungan ulama dapat memengaruhi arah politik lokal maupun nasional. Pengaruh tersebut muncul karena ulama memiliki modal sosial, modal simbolik, dan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Tidak jarang, suara dan sikap politik seorang ulama menjadi rujukan bagi komunitas tertentu dalam menentukan pilihan politiknya. Namun, di sisi lain, keterlibatan tersebut juga memunculkan berbagai perdebatan mengenai batas etika, independensi moral, dan posisi ulama di tengah kontestasi politik yang semakin pragmatis.
Melalui buku ini, penulis berusaha menghadirkan pembahasan yang seimbang, kritis, dan kontekstual. Kajian-kajian yang disajikan diharapkan mampu memperkaya khazanah keilmuan tentang hubungan agama dan politik, khususnya dalam studi mengenai ulama dan demokrasi elektoral di Indonesia. Selain itu, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi akademisi, mahasiswa, aktivis, penyelenggara pemilu, tokoh agama, maupun masyarakat umum agar dapat memandang dinamika politik secara lebih dewasa dan proporsional.
Dengan demikian, kami mengucapkan terima kasih kepada penulis yang telah berusaha untuk menghadirkan karya akademik ini. Semoga buku ini dapat memberi manfaat, memperluas wawasan pembaca, serta menjadi kontribusi kecil dalam penguatan tradisi demokrasi yang beretika, berkeadaban, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral keagamaan.
Tasikmalaya, Mei 2026
Penerbit
